MALINAU, Kalimantan Utara – Komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, setara, dan bebas dari diskriminasi terus diperkuat di Kabupaten Malinau. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Gerakan Malinau Berbahasa Isyarat dan Inklusi (GEMA BERBISIK) yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Dewan Pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Malinau masa bakti 2026–2031, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut berlangsung di Ruang Tebengan Lantai II Kantor Bupati Malinau, Jalan Pusat Pemerintahan, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, dan dihadiri sekitar 800 orang dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., Kapolres Malinau AKBP Dr. M. Anton Satriadi, S.H., S.I.K., M.H., Kasdim 0910/Malinau Mayor Inf Mashuri A. Bakari, Ketua Pengadilan Negeri Malinau Iwan Gunadi, S.H., Kasi Intel Kejaksaan Negeri Malinau Made Adi Estu Nugrahan, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau.
Turut hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum Francis, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H., Kepala DP3AS Muliyadi, S.H., M.Si., Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Malinau Yuli Triana, S.Sos., M.Si., Pimpinan RSUD Kabupaten Malinau dr. Anak Agung Gde Dwipa Byantara, Sp.PD., Ketua PPDI Kabupaten Malinau Hendrik Anyit, para kepala bidang dan bagian Pemkab Malinau, kepala puskesmas se-Kabupaten Malinau, pengurus PPDI, penyandang disabilitas, serta tamu undangan lainnya.
Gerakan GEMA BERBISIK merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi yang menjembatani interaksi dengan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu dan tunawicara. Melalui gerakan ini, diharapkan tumbuh kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah, terbuka, dan memberikan ruang bagi setiap individu tanpa membedakan kondisi maupun keterbatasan fisik.
Sementara itu, pengukuhan Dewan Pengurus PPDI Kabupaten Malinau masa bakti 2026–2031 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah penyalur aspirasi dan perjuangan hak-hak penyandang disabilitas. Organisasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kemandirian, pemberdayaan, serta partisipasi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Kasdim 0910/Malinau Mayor Inf Mashuri A. Bakari dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan TNI melalui Kodim 0910/Malinau terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, peduli, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen TNI untuk terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan GEMA BERBISIK dan pengukuhan pengurus PPDI ini, diharapkan semangat inklusivitas tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, kepedulian, serta pemberian kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki hak, kesempatan, dan potensi yang sama untuk berkarya serta mengambil bagian dalam pembangunan, karena keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesempatan dan masa depan yang lebih baik.
