Jayapura – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak terus ditunjukkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Pada Kamis (04/06), jajaran Polwan Polres Biak Numfor melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban dan pengungsi yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Biak Numfor, Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., bersama Tim Trauma Healing Regu II tersebut dilaksanakan di Hotel Mapia dan Posko Induk Pemda Biak Numfor yang berlokasi di Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak.
Sebelum melaksanakan pendampingan psikososial, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan guna melakukan pendataan terhadap para pengungsi, khususnya korban yang mengalami gangguan kesehatan maupun membutuhkan perhatian khusus pasca tragedi yang terjadi beberapa hari lalu.
Di Hotel Mapia, para personel Polwan menyambangi kamar-kamar pengungsi untuk bertemu langsung dengan anak-anak dan para ibu yang kehilangan anggota keluarga akibat ledakan tersebut. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, para Polwan memberikan motivasi, mengajak para korban untuk tetap kuat menjalani masa-masa sulit, menjaga kesehatan, serta terus berdoa dan saling menguatkan satu sama lain.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua maupun anggota keluarganya. Para Polwan berinteraksi secara langsung, mendengarkan cerita mereka, memberikan dukungan moril, serta memastikan kebutuhan mereka tetap menjadi perhatian keluarga maupun pemerintah selama berada di pengungsian.
Suasana penuh keakraban kembali terlihat saat tim melanjutkan kegiatan di Posko Pengungsian Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak. Di lokasi tersebut, para Polwan mengajak anak-anak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi bersama guna membantu mengurangi rasa takut serta trauma yang masih dirasakan pasca kejadian.
Keceriaan mulai terlihat dari wajah anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan cemas. Mereka dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diberikan, bahkan beberapa di antaranya berani menceritakan pengalaman dan perasaan yang mereka alami saat peristiwa ledakan terjadi.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril, tim juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak serta berbaur dengan masyarakat di pengungsian untuk memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi situasi yang sedang dialami.
Hasil dari kegiatan trauma healing tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Anak-anak yang sebelumnya masih diliputi rasa takut mulai terlihat lebih tenang, ceria, dan bersemangat. Selain membantu mengurangi tingkat kecemasan para korban, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat terdampak.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah, khususnya anak-anak dan keluarga korban yang mengalami tekanan psikologis pasca peristiwa ledakan di Biak Numfor.
"Polri tidak hanya fokus pada proses penyelidikan dan pengungkapan peristiwa yang terjadi, tetapi juga hadir memberikan pendampingan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu memulihkan kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak, agar mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan berani menjalani aktivitas sehari-hari," ujar Kabid Humas.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan para Polwan Polres Biak Numfor merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan secara humanis melalui pendekatan psikososial, komunikasi yang hangat, serta pemberian motivasi kepada para korban dan pengungsi.
Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan para korban, khususnya anak-anak, dapat kembali memperoleh rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Polres Biak Numfor juga memastikan akan terus hadir mendampingi masyarakat selama masa pemulihan pasca tragedi tersebut.
