Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono Menerima Penghargaan Militer Tertinggi Pemerintah Singapura


Singapura - Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono menerima anugerah penghargaan militer tertinggi dari pemerintah Singapura, Darjah Utama Bakti Cemerlang. Penganugerahan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Tharman Shanmugaratnam di Istana Singapura, Selasa kemarin (30/1/2024). 


Darjah Utama Bakti Cemerlang diberikan kepada mantan Panglima TNI tersebut atas kontribusinya yang signifikan dalam mempererat hubungan pertahanan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Angkatan Bersenjata Singapura. 


Selama menjabat sebagai Panglima TNI, hubungan pertahanan antara TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura terus meningkat. Kedua militer berpartisipasi dalam sejumlah latihan bilateral antara lain, Latihan Safkar Indopura, dan Eagle Indopura 2023 yang bertujuan melatih interoperabilitas dan kerja sama antara Angkatan Bersenjata Singapura dan TNI.


Selain itu, untuk meningkatkan keamanan maritim di kawasan, Yudo juga mendukung terlaksananya patroli terkoordinasi Angkatan Laut kedua negara. Sekaligus terus berkomitmen dalam meningkatkan kerja sama pada kerangka multilateral, yang berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional.


Pada tingkat regional, selama kepemimpinan Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, Indonesia dan militer Singapura juga telah bekerja sama dalam berbagai even internasional. Seperti pada Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata ASEAN, serta kerja sama pada Information Fusion Centre and the Counter-Terrorism Information Facility.


Acara penganugerahan turut disaksikan sejumlah pejabat tinggi Singapura antara lain, Menteri Pertahanan Singapura Dr Ng Eng Hen, Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Laksamana Madya Aaron Beng, serta para pejabat lainnya dari kedua negara. 


Bukan kali ini saja Yudo Margono mendapat penghargaan dari Singapura. Pada 2022, Kepala Staf TNI AL periode 2020-2022 itu menerima penghargaan militer bergengsi Pingat Jasa Gemilang (Tentera) atau Meritorious Service Medal (Military) oleh mantan Presiden Singapura Halimah Yacob. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama